Senin, 19 Maret 2012

Jati Diri Bangsa ( J D B )


JATIDIRI BANGSA DARI KACAMATA
 GENERASI MUDA ERA BARU BANGSA
Globe adalah sebuah bulatan atau sebuah bola yang bundar dimana apabila diibaratkan permainan sepakbola yang dihubungkan dengan keadaan Indonesia kini dan akan datang. Banyak yang harus dilakukan perubahan atau mungkin disebut revolusi para pemain. Untuk menjadi pemain kunci atau sebagai pemain utama  perlu komitmen  yang  jelas.
Siapa yang akan menjadi pelatih manajer ,maupun berasal dari mana mereka yang akan terpilih , kemudian dana  diperoleh dan bersumber darimana,  ini  diperlukan tindakan revolusioner. Agar mereka menjadi tim yang kuat dan disegani oleh lawan dan siap mental maupun spiritual dan selalu memenangkan setiap pertandingan yang dilakukan.
tatanan politik yang efektif untuk menjadi instrument pengelolaan yang kehidupan negara yang demokratis dan partisipatif, dalam hal ini partai politik  masih difungsikan sebagai sebagai kendaraan untuk mengejar kekuasaan atau jabatan-jabatan . Hindarkan para calon pemain nasional yang  hanya mengejar ambisi pribadi saja menjadi pemain nasional.  Dan ingin  berkuasa didalam tim adalah kesalahan apabila  memperoleh kemenangan dengan individual perlu di evaluasi bahwa dengan   kebersamaan akan membangun kekuatan yang sempurna.
 Dalam sepakbola Indonesia mempunyai banyak klub-klub daerah diibaratkan adalah Parpol (Partai Politik) dengan berbagai putra daerah yang berprestasi yang layak diajak untuk bergabung menjadi pemain nasional tentunya dengan seleksi yang sangat ketat oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dan bersama-sama menumbuhkan budaya sportifitas profesionalitas non sekulerisme dan kedaerahan bertujuan untuk nasionalisme semata. Dan tetap membangun solidaritas nasional yang telah telah dibangun berpuluh tahun dengan tujuan kesatuan nasional. Dan memelihara rasa persatuan nasional dalam bingkai NKRI dalam semangat keberagaman.
Globalisasi dalam sepakbola Indonesia dalam hal ini wajib dan harus didukung dengan Teknologi Informasi dan komunikasi yang canggih untuk mendapatkan putra terbaik bangsa. Dengan komunikasi yang baik dari pucuk pimpinan akan membuat pemain memberikan daya saing, dan daya tahan pemain agar mereka siap untuk menghadapi siapapun lawan yang akan mereka hadapi dan memenangkan setiap pertandingan . disinilah fungsi revitalisasi  bangun bangsa atau penguatan kembali sumber daya manusia (SDM) .  Hal ini dapat dilakukan melalui proses pendidikan dan nilai-nilai agama bagi para pemain ataupun para pengurus maupun pelatih.
Semangat cinta tanah air  dan cinta bangsa  harus diperkuat kembali melalui proses pembinaan sosial politik . Dan sumber dana yang diperoleh untuk memajukan bangsa haruslah diperoleh dari dana yang jelas dan di sahkan oleh auditor dan pengesahan oleh tenaga-tenaga ahli yang memahami sumber ekonomi yang diperoleh dan memahami kebutuhan Ekonomi untuk para pemain dan pengelola ataupun pengurus dengan adil dan bertujuan untuk mensejahterakan agar mereka mereka menjadi pemain yang professional. 
Kembali ke jati diri bangsa (identitas) bangsa yang kuat sebagai sumber inspirasi dan motivasi serta acuan perilaku hidup berbangsa dan bernegara Semangat  toleransi dan persatuan bangsa, juga memerlukan kebijaksanaan strategis yang mampu menciptakan suasana yang  kondusif  bagi  terjalin eratnya kembali rasa saling percaya dan solidaritas antar  warga masyarakat, antar daerah, antar kelompok-kelompok dalam lingkungan keluarga besar Bangsa  Indonesia.  Kedudukan dan peranan Pemerintah sangat strategis dalam hal ini yakni dengan sisitem tata  kelola pemeritahan yang baik ( Good governance ) yang ditandai dengan ciri utama menciptakan suasana demokratis dan partisipatif dalam penyelenggaraan pemerintahan , memberikan pelayanan yang adil dan merata terhadap seluruh lapisan masyarakat, melakukan penegakan hukum secara adil dan tegas serta menjamin prinsip-prinsip  transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan negara
Semangat  toleransi dan persatuan bangsa juga harus dikembangkan dan dibudayakan melalui proses komunikasi dan dialog  antar kelompok masyarakat dari  berbagai  latar belakang yang berbeda. Agar dengan demikian melalui perumusan dan pemberlakuan  kebijakan-kebijakan pemerintah  semata untuk dapat mensejahterakan masyarakatnya.


Bayu  S ,November 2010